Breast Feeding, My Problemo :-(

Sesaat setelah saya sampai ke kamar perawatan pasca operasi caesar, inisiasi menyusui dini dilakukan. Meski kondisi IMD tidak sempurna karena sebenarnya saya langsung menyodorkan puting saya kemulut bayi, tapi tetap ada pembelajaran disana. dimana bayi langsung menerima puting susu saya dan berusaha menghisapnya.

Nah masalah pertama muncul. Putting saya ternyata berukuran besar tapi pendek. Putting yang besar membuat bayi saya susah memasukkannya kedalam mulut. Kemudian putting yang pendek membuat putting saya selalu terlepas dari mulut bayi sesaat setelah dia bisa memasukkannya kedalam mulut. Kondisi ini membuat nurse harus membantu saya memasukkan seluruh aerola + putting ke mulut bayi, agar tidak mudah terlepas. nurse juga sempat memakai alat untuk menarik puting saya agar agak memanjang,sehingga memudahkan bayi menghisap. belakangan saya baru tahu bahwa alat itu adalah nipple puller.

nipple puller

Seperti saya ceritakan, alat ini bermanfaat untuk menarik putting ibu yang masuk kedalam atau seperti kasus saya, memanjangkan ukuran putting. meskipun sedikit tapi lumayan berdampak, bayi saya bisa menghisap putting saya.

Masalah selanjutnya, ternyata air susu saya belum ada sama sekali. Sehingga membuat bayi saya menjerit karena lama menghisap tapi airnya tidak keluar. Sedih sekali rasanya… setiap mendengar tangisan bayi saya karena tidak mendapatkan air susu. Nurse menyuruh saya bersabar dan mencoba terus. Jadi setiap beberapa saat mencoba lagi dan lagi..Tapi sampai sore, air susu saya tetap tidak keluar. Sedangkan bayi saya sudah menjerit-jerit karena kelaparan.

Sebenarnya saya mengetahui, bahwa meskipun tidak disusui, bayi yang baru lahir akan tahan sampai 3 hari-1 minggu.  bayi terus disuruh menghisap, agar air susu ibu terpancing untuk keluar. Tapi saya tidak tega melihatnya kelaparan. Susternya juga bilang, jika tidak diberi minum dia bisa terkena demam kuning. Akhirnya saya mengalah, anak saya malam itu diberi susu formula oleh nurse.

Tapi setelah diberi susu, anak saya tetap saja rewel. Semalaman saya tidak bisa tidur, karena mendengar suara tangisan anak saya dari ruang bayi. rasanya saya mau tegak. tapi karena saya habis operasi, saya masih belum bisa berdiri.

sampai besoknya, air susu saya masih belum keluar. tapi setelah dipencet2 oleh nurse yang sudah senior, dia bilang sudah ada, tapi masih sangat sedikit. Saya terus berusaha menyusui anak saya, meskipun anak saya akhirnya sering menjerit-jerit karena tidak ada susunya. Selama itu juga anak saya tetap diberi susu formula.

Sorenya, ada seorang nurse senior yang melihat anak saya selalu menjerit-jerit seperti tidak nyaman. kemudian dia langsung membuka baju anak saya. dilihatnya kulit anak saya merah sekali, lalu dia langsung menyimpulkan bahwa anak saya alergi air susu sapi. Lalu dia menyuruh suami saya untuk mencari susu soya khusus untuk bayi baru lahir, susu ini menggantikan susu sapi meskipun gizinya jauh dibawah susu sapi.

Setelah digantikan susu soya, bayi saya tidak rewel lagi. tapi saya kasihan sekali dengan bayi saya, soalnya susu soya kan tidak bergizi, dan tidak baik untuk bayi baru lahir😦. Sampai akhirnya saya keluar dari klinik, susu saya belum juga keluar.

Dirumah, hari pertama, saya tahankan supaya anak saya menyusu pada saya dan tidak memberikan susu formula. Tapi saya tidak tahan mendengar jeritannya. Akhirnya saya berikan juga susu tersebut. Saya juga terus berusaha memompa air susu saya dengan breast pump manual. Tapi dapatnya dikit2. Setiap memompa 2 jam sekali, paling banyak saya hanya dapat 20 ml saja. Padahal saya sdh makan sayur daun katu tiap hari. Masih tidak terlalu berpengaruh. Susu ASI perahan itu saya campurkan ke susu formula. Tapi lama-lama anak saya kena “bingung putting” sehingga dia menolak untuk menyusu pada saya. Sedihhh sekali rasanya, saya sampai menangis karena takut anak saya kurang gizi, mengingat susu soya itu sedikit sekali gizinya. Saya akhirnya tetap memompa asi saya agar anak saya tetap dapat asi meskipun sedikit.

Hari ke 5 saya kembali ke klinik untuk cek jahitan operasi. Dokter marah karena saya hanya memompa asi tanpa ada hisapan dari mulut bayi. Kata dokter, kalau seperti itu, air susu hanya akan bertahan paling lama 3 bulan. Saya semakin kebingungan.

Pulang kerumah saya langsung mencari informasi di internet, bagaimana menghadapi bayi bingung putting. Dapat satu solusi yaitu dengan memakai nipple shield. Alat ini akan memanjangkan putting kita sehingga mirip seperti dot, dan memudahkan bayi untuk menghisap.

nipple shieldAkhirnya, saya suruh suami saya untuk mencarinya.Alhamdulillah ternyata alat itu ada dijual di jusco. Setelah dapat alat itu, saya paksa anak saya untuk menyusu kesaya. Meskipun awalnya dia menjerit-jerit tapi akhirnya mau juga. Hari ketiga setelah saya memakai nipple shield saya coba melepas susu formula. Awanya bayi saya seperti kelaparan terus. Lama kelamaan, karena selalu dihisap, air susu saya menjadi banyak, dan bayi saya menjadi tenang. Alhamdulillah setelah hari ke 8 akhirnya saya bisa full ASI. Semoga selalu sampai 6 bulan, dan diteruskan menyusui sampai 2 tahun..

Buat ibu2 menyusui, jangan patah semangat ya jika sampai hari ke 5 asinya masih sangat sedikit….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s