Welcome to Our Family, My Baby Boy…

Hari yg ditunggu2 telah tiba. Pagi itu kami berangkat dari rumah pukul 6.15 waktu malaysia. Tepat setelah sholat subuh. Saya tidak sarapan, sebab sejak semalam pukul 12, sy sudah puasa. Sebenarnya jadwal pertamanya, operasi akan dilaksanakan pukul 8.30, tapi dapet telp dari klinik semalam, dikabari bahwa operasi maju satu jam, karena dokter biusnya ada kerjaan. Jadilah kami pukul 6.30 sdh berdiri didepan klinik.

Oiya, saya melahirkan di klinik perdana specialis maternity, taman u, dekat aja dengan UTM, dibelakang jusco taman U.

Sampai disana saya langsung masuk ruang observasi. Sempat pamitan dulu dengan suami, ibu dan papa. Rasanya sesak sekali waktu pamitan. Takut2 ini yg terakhir jumpa dgn mereka. Karena sy sdh berpesan dgn suami, jika ada keadaan darurat yg mengharuskan memilih, sy meminta suami memilih anak saya.

Diruang observasi, langsung periksa jantung, tekanan darah kemudian memasang selang infus dan kateter. Waktu mau pasang selang infus, nurse nya sempat kewalahan, sebab katanya urat saya sangaaaat kecil sehingga susah memasukkan selang infus. 3 kali tangan saya ditusuk2 tapi belum jg dapat. Waktu dokter biusnya datang, langsung aja dokter biusny menusuk ditengah lengan saya. Belakangan dokter kandungannya marah kenapa bisa posisi infus disana. Karena bd berbahaya. Tapi yaaa gimana lagi, selang sdh terpasang. Saya kemudian disuruh memegang bola kecil selama operasi. Katanya untuk jg2 kalo ada keadaan darurat, lsg bisa dipasang infus tambahan.. *** mengerikan😦

Masuk ruang operasi sy merasa biasa aja. Karena ini untuk kesekian kalinya sy dioperasi. Tapi untuk pembedahan, ini baru yg ketiga. Yg pertama usus buntu, kedua laparaskopi dan ini yg ketiga. Lainnya hanya pembedahan kecil yg dilakukan tanpa ada penyayatan diperut. Jd lsg dibuka dr bawah. Masuk ruangan sy lsg berdoa, minta yg terbaik. Kemudian sy lsg disuruh naik ranjang operasi. Dokter kandungan masuk, dan bertanya kesiapan sy. Saya bilang siap. Kemudian dia bilang ok, kita mulai. Tepat pukul 7.30 operasi dimulai. Kacamata sy dilepas. Jadi sy tidak terlalu jelas kegiatan para nurse, yg pasti, semua nurse ada diruang operasi itu, dan mereka seperti siap pada posisi masing2.

Sy kemudian disuruh duduk dan berdoa. Kemudian dokter biusnya memastikan kembali berapa tinggi badan sy, supaya dosis obat biusnya cukup, tidak kurang dan tidak berlebih, karena sy hanya dibius setengah badan. Kemudian sy disuruh merunduk, sampai hampir mencium bantal yg diletakkan diatas paha saya..dokter bius kemudian menyuntikkan obat bius ditulang belakang saya, kemudian setelah disuntik, saya langsung direbahkan oleh dokter kandungan dengan cepat. Setelah itu dokter menyuruh sy mengangkat2 kaki saya, sampai saya gak bisa lagi kengangkat kaki. Setelah itu, nurse lsg memasang seperti tirai, tepat dibawah leher sy. Sehingga menghalangi pandangan sy pd proses operasi. Lalu dokter seperti menusuk2kan sesuatu dan bertanya apakah masih sakit, saya bilang masih, dokter melakukannya berulang kali sampai saya mengatakan tidak sakit. Sempat juga ranjang saya diturunkan, sehingga kepala sya lebih rendah dari kaki, katanya biar obat bius sy naik sampai ke perut atas.setelah saya tidak merasa apa2 lg, kemudian, dokter kandungan mengatakan ok kita mulai. Dia kemudian diam sebentar setelah itu berkata bismillah.. belakangan sy tau dari suami yg menyaksikan dari balik jendela kaca, bahwa sebelum mulai, dokter mundur selangkah, kemudian berdoa. Kemudian maju, baru mulai membelek/membelah perut sy dengan menggunakan semacam solder.

IMG00361-20140126-0749

Pembedahan berlangsung sekitar 20 menit, selama pembedahan itu, dokter bius berulang kali memaksa sy membuka mata, jgn tidur katanya, sebentar lagi lihat baby… tak lama, sy mendengar dokter kandungan berta’wuz, takbir, tahlil dan tahmid, lalu membaca basmallah, lalu dia seperti mengambil sesuatu dari perut saya.. dan terdengar jeritan bayi kerass sekali.. ya Allah merinding saya mendengarnya.. lalu dokter melihatkan bayi tersebut kesaya, lalu berkata “you see.. baby boy… ” walaupun sy tidak jelas melihat bayi sya karena sy tidak memakai kaca mata, tapi saya lihat jelas, semuanya lengkap… ada 2 tangan, 2 kaki, Alhamdulillah.. Alhamdulillah Selamat datang ke dunia my baby boy… IMG00365-20140126-0814 Setelah itu dokter melanjutkan menjahit perut saya. Pukul 8.30 operasi selesai. Saya kemudian dipindahkan keruang perawatan. diruang perawatan, sekali lagi dokter mengecek kondisi saya. setelah itu dia menasehati supaya saya segera menggerak2kan kedua kaki saya segera setelah biusnya habis, dengan cara menyentukan dua telapak kaki saya satu sama lain agar urat syaraf saya tidak kaku. Setelah dokter keluar suami saya masuk dan memberi saya selamat atas kelahiran anak kami.. dan menunjukkan photo anak kami yang masih diruang bayi. Anak kami ganteng katanya🙂 dan dia sudah mengazani dan mengiqomah kannya. Tak lama nurse datang dengan membawa anak saya. Saya disuruh menggendong untuk inisiasi menyusui dini. Ketika pertama kali mengendongnya, SubhanAllah.. rasanya, terbayar sudah jerih payah kami berusaha selama 8.5 tahun ini. Terima kasih ya Allah, Alhamdulillah ala kulli hal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s