Auto plagiat or Self plagiarism

Sebelum mem publish paper, apalagi paper yang pernah kita submitkan ke suatu jurnal atau conference meskipun sudah pernah kita withdraw, hendaklah kita cek dulu keberadaannya di internet,

pengalaman buruk dan memalukan bagi saia yang tidak akan pernah sya lupakan adalah auto plagiat paper saya. saya mempublish 1 tulisan di dua tempat yang berbeda, dalam waktu yang tidak terlalu lama. Maluuuu sekali rasanya, apalagi yang menjadi editor jurnal tersebut adalah teman suami saya sendiri.

Kejadiannya bermula ketika saya mengirimkan paper saya ke salah satu conference di turki, Namun berhubung panitianya tidak bisa memenuhi janjinya untuk mengindex kan conferencenya di elsivier, akhirnya paper itu saya withdraw. saya beranggapan setelah paper itu di withdraw, maka paper itu tidak akan dipublish, sehingga paper yang sama tersebut saya kirim ke jurnal international yang ada di indonesia.

Namun malang sekali, saat jurnal tersebut sudah publish secara online, sewaktu dicek oleh staf jurnal tersebut, nama saya dengan judul yang sama persis sudah muncul duluan di ebook conference di turki tersebut.

Ya ampuuuun kenapa saya bodoh sekali, kenapa saya gak cek dulu paper itu sebelum saya kirim lagi ke jurnal lain.. saya sudah menjadi seorang auto plagiat. semoga hal ini tidak akan mempengaruhi karir saya sebagai dosen dikemudian hari.

Insya Allah saya tidak akan menggunakan paper ini untuk kenaikan jabatan saya nanti meskipun nilainya sangaaaat besaršŸ˜¦ dan semoga pengalaman ini menjadikan saya lebih berhati-hati lagi saat akan publish semua tulisan saya.. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s