Latihan Hamil

SourcePhoto

setelah capek mengeluh dan mendumel tentang badan yang gak karu-karuan dari segi bentuk dan rasa, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti “merepet” dan mengatakan pada diri sendiri bahwa sekarang adalah waktu saya untuk latihan hamil🙂

Semua berawal dari suatu program infertility yang saya ikuti 1 bulan yang lalu. singkat cerita, akhirnya pada awal bulan juni ini tadi adalah setengah dari tahapan akhir dari program saya. Melalui operasi kecil proses ini dilakukan. namun setelah proses itu, ada kejadian yang tidak mengenakkan terjadi. perut saya tiba2 menjadi kembung, besar… sekali. seperti orang hamil 5 bulan. kata dokter karena hormon yang tidak seimbang, sehingga banyak cairan berupa air yang masuk ke indung telur saya.

Akibat yang ditimbulkan oleh perut yang kembung tiba2 tentu saja menyakitkan saya. pertama karena elastisitas kulit saya pasti kaget karena perut tiba2 menggembung besar, kedua karena cairan tersebut mengakibatkan system ditubuh saya menjadi terganggu. akibatnya saya tidak bisa makan dan minum. rasanya mau muntah, pusing dan mual. belum lagi posisi tidur yang semuanya tidak enak. menelentang salah, miring sakit, telungkup gak bisa karena terganjal perut. dan yang terakhir adalah yang paling krusial menurut saya (tapi paling gak penting buat suami saya) perut saya jadi jelek sekali sebagian kulit pecah-pecah dan kalo bercermin dikaca kayak ada raksasa yang berbentuk bagong ada didepan saya…😦

sedih, kesal, semua bercampur aduk dipikiran saya. semua rencana saya jadi berantakan. padahal semua sudah saya persiapkan dengan baik. Namun karena keadaan ini, akhirnya dokter menunda menyelesaikan program ini sekarang, karena bila diteruskan keadaan saya akan semakin parah. Artinya, meskipun tidak memulai lagi dari awal, tapi saya akhirnya harus melakukan terapi tambahan bulan depan agar bisa mendapatkan keadaan yang diinginkan.

Rasa sakit, sedih dan kesal itu, membuat saya melupakan semua teori tentang sabar. Sakit sedikit saya akan merengek, apalagi sakitnya banyak tentu saya akan langsung menangis. yang menjadi korban adalah suami saya, pijit sana, pijit sini, nyedian ini, nyedian itu buat saya.. hehehhe manjanya langsung keluar tanpa ampun.belum lagi kalo saya mau makan sesuatu, dia akan buru2 pergi untuk nyari. padahal saya cuma makan dikit, abis itu dia yang disuruh abisin.

Semua rencana waktu, keadaan dan kondisi sudah saya persiapkan dengan matang. bahkan isi kulkaspun sudah saya penuhi dengan harapan suami saya tidak pusing memikirikan konsumsi kami selama saya bedrest nanti. Tapi sekarang keadaan menjadi tertunda sejenak.

Setelah hampir 10 hari saya hanya berkeluh kesah, akhirnya saya sadar kembali bahwa kita manusia hanya bisa berencana.Yang Diatas lah yang menentukan. Munculah ide untuk menikmati saja semuanya. Dengan perut segede gentong ini, saya jadi tahu bagaimana rasanya orang lagi hamil besar. saya kemudian bisa latihan bagaimana cara duduk, berdiri dan tidur saat hamil beneran nanti. hampir setiap 3 hari sekali tangan ditusuk2 untuk diinfus, tapi setelah itu saya bisa makan apa saja yang saya mau, karena suami pasti lsg nurut, meskipun setelah itu saya muntahin lagi🙂 yah pokoknya nikmatin aja. Insya Allah semua ada manfaatnya kelak, dan mudah2an menjadi wasilah bagi kami untuk berhasil dalam program ini.. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s