Papa dan saya

Papa.. sosok yang sangat saya kenal. bahkan dari jarak pandang 500meter pun,  bila saya memakai kacamata, saya akan tetap mengenali beliau. Jelaslah.. itu kan adalah papaku, orang yang sudah merawat dan menyayangiku semenjak aku bayi.  Sangat.. sangat mengenal beliau..

Berarti aku sama papaku akrab ya…? hmm nggak juga. lho katanya tadi sangat mengenal, berarti agak jauh ? dibilang jauh juga nggak . jadiiiii..

jadi..ya gitu. dibilang akrab nggak juga, tapi dibilang jauh, ya nggak.. yang pasti, aku sangat.. sangat sayang dengan papa, dan papa pun aku sangat mengetahuinya bahwa beliau sangat sayang denganku..

Lho jadi kenapa nggak akrab ? Tidak akrab disini maksudnya, aku tidak pernah cerita lepas ke beliau tentang hal-hal pribadi, semisal tentang perasaanku, tentang teman2 akrabku, tentang cita-citaku  atau dengan kata lain aku gak pernah curhat ke papa. Kalo kami hanya berdua saja, kami ngobrolnya ya tentang hal-hal yang formal aja.. semisalnya aku bertanya tentang mobil, bertanya tentang rumah atau kalo sekarang papa dan aku akan lebih akrab kalo cerita tentang keponakan2ku.. intinya kalo cuma berdua, kami gak pernah tertawa terbahak2.. kecuali kalo lagi nonton film lucu, hehhehe kadang aku suka tertawa2 sendiri kalo sehabis berduaan dengan papaku. mungkin karena aku adalah cerminan dari papaku, jadi aku juga orangnya sangat kaku. kadang aku harus berfikir keras mau ngobrol tentang apa biar asyik cerita berdua dengan papa.

Berbeda kalo ada ibuku. suasana akan berubah lebih segar, papa akan lebih humoris, dan aku pun akan lebih bebas berbicara. kami bisa tertawa ngakak2 bareng. Entah karena ibuku lebih banyak ngomong (jika tidak mau dibilang agak cerewet.. hahhaha ampun bu.. i love you so much, i always proud of you) atau karena memang papa cuma bisa merasa nyaman jika ada ibuku. yang pasti, kami akan lebih lepas bercerita jika ada ibu diantara kami.

setali tiga uang dengan adik dan kakakku. mereka pun sama kayak aku kalo sudah berhadapan dengan papaku.. kami akan manut alias langsung patuh kalo papa sudah bilang sesuatu. berbeda kalo ibuku yang ngomong..kami akan punya 1001 macam cara sehingga kami bisa menghindarinya atau sekedar meminta keringan.

Jika ditanya apakah kami takut sama papa? maka jawabnya, hmm iya sihhh memang kami takut..hihiihi🙂 Padahal sebenarnya papa sama sekali tidak menyeramkan. Bahkan jika dihitung dengan jari kaki dan tangan dikali 2, jika ibu sudah marah sebanyak 40 kali, maka papa cuma sekali marahnya. jadi perbandingannya adalah 40 : 1 hahaha lebay ya…ya memang lebay, tapi begitulah keadaannya. papa sangat jarang marah, tapi karena jarang marah lah kami jadi sangat segan dengan papa.

Tapi dibalik sifat pendiamnya, papa sangat memperhatikan kami. Mungkin ingatanku mulai semenjak aku TK ya, berarti usiaku sekitar 5 tahun kala itu (sebelumnya gak ingat apa-apa🙂 )

Sewaktu aku TK, hampir setiap hari, jika beliau tidak sedang dinas, beliau akan mengantarku ke sekolah dengan motor vespa nya. Selain itu, hampir setiap sore, papa akan membawa kami bertiga, jalan-jalan, apakah itu kepinggir sungai musi, atau sekedar jalan-jalan sore ke kompleks pertamina di plaju. yang pasti setiap habis jalan2 kami selalu merasa senang, karena ada saja hal baru yang kami lihat di jalan.

Saia belum ngerti waktu itu, apakah setiap habis gajian atau nggak, namun seingat saya, dalam periode tertentu, papa akan membawa kami sekeluarga ke restoran pempek vi** yang terkenal di palembang saat itu. kadang cuma kami bertiga yang lahap memakan pempek2 dipiring sampe ludes, mereka, papa dan ibuku, hanya makan beberapa dan minum saja. Setelah dewasa baru saya menyadari, ternyata mungkin waktu itu keadaan uang mereka terbatas, sehingga mereka membiarkan saja kami bertiga makan sepuasnya, sedangkan mereka menahan diri untuk hanya makan beberapa.

waktu saya kelas 3 SD, papa beli mobil. meskipun bekas, tapi kami sangat senang waktu itu.  yang biasanya ibu belanja bulanan di toko cina depan gang SD tempat ibu ngajar. setelah kami punya mobil, setiap bulan, papa mengajak kami ke supermarket untuk mengantar ibu berbelanja bulanan. Disitu kami boleh mengambil 1 batang coklat perorang. Senang bisa punya pengalaman berbelanja, namun bisa membatasi memanage diri dengan memilih barang yang memang diperlukan saja.

Papa suka ngasih uang jajan tambahan jika kebetulan sedang dirumah saat saya akan berangkat sekolah. papa juga selalu melebarkan lengannya untuk memeluk dan memangku ku saat aku masih kecil. Mengajarkan aku naik sepeda, motor sampai belajar mobil. meskipun aku akhirnya baru berani bawa mobil sendiri setelah umur 34 tahun🙂

Saat aku sudah mulai remaja, papa juga mau aja jika aku dan temen2ku minta anter pergi ke suatu tempat, meskipun papa masih capek karena baru pulang kerja.  papa juga nganter jemput kursus, bahkan setelah aku kerja, papa juga yang nganter jemputku ke tempat kerja.

source picture

Intinya, dalam diamnya, papa ngajarin aku banyak hal, memberikan pengalaman baru, dan memberikan aku pemahaman tentang hidup dengan caranya sendiri.

Hmm.. inget ini semua, membuat aku semakin kangen dengan papaku. saat aku nulis ini, aku sedang kangen dengan papaku, dengan ibuku, dengan keponakan2ku, dengan rumahku, dengan semuanya yang ada dipalembang.

tapi kalo aku sedang nelpon dan kebetulan papa yang angkat, seperti biasa, ngobrolnya nggak asyik, papa menjawab pertanyaan ku tanpa improvisasi, jadi serasa polisi yang menanyai terdakwanya..🙂

  • Aku : papa sehat ?
  • papa : sehat….
  • aku: pa, kemaren kata ibu tiara sakit ya.. rewel jadinya ya..
  • papa: iya sakit.. biasa aja
  • bla..bla.. bla.. jadi aku tanya, dijawab dengan singkat.. wakakkakakak, jadinya kan gak asyik.. tapi gakpapa, senang sudah mendengar suaranya

mungkin kalo aku sudah punya anak, aku akan lebih bisa cerita banyak ya ke papaku, aku bisa cerita tentang pertumbuhan anakku, celotehan anakku bisa aku ceritakan juga dengan papa. apapun akan aku ceritakan ke papa, biar aku bisa melihat papa tertawa, biar aku bisa mendengar papa juga bisa cerita banyak… seperti saat kita sedang cerita tentang cucu papa yg lain.

I love you pa..so much… semoga suatu saat kita punya kesempatan untuk bisa bercerita dan tertawa lepas meskipun hanya berdua saja.

Aku selalu berdoa, agar aku, papa dan ibu diberi umur yang panjang, sehingga aku punya waktu yang cukup untuk membahagiakan papa dan ibu. Aamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s