Menjadi tua adalah kemestian

Ada sebuah kata bijak yang berbunyi lebih kurang seperti ini, “menjadi tua adalah kemestian dan menjadi bijak adalah pilihan” .

Sebenarnya dari kata-kata itu, kita sudah bisa memahami bahwa setiap dari kita pasti akan timbul ciri-ciri fisik yang menandai kita sudah mulai tua. meskipun kita tidak tau kapan itu akan terjadi, karena setiap orang memiliki umur biologis yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Ada orang yang meskipun sudah berumur 40 tahun tapi kulitnya masih kencang, dan daya tahan tubuhnya masih sangat kuat. rambutnya pun  masih hitam legam. ada juga yang baru umur 30 tahun, kulitnya sudah berkeriput, rambutnya mulai putih dan berbagai penyakit tua seperti mudah capek, suka pusing dan sebagainya mulai sering datang silih berganti. Mungkin ini bergantung bagaimana kita bisa merawat badan kita.

tapi saat ciri-ciri itu mulai muncul pada kita sendiri, kadang kita tidak siap menerimanya. ada satu keluh yang akan muncul, saat tiba-tiba disuatu pagi kita melihat ada beberapa lembar rambut kita berubah menjadi putih, saat suatu malam saat kita membersihkan muka, ada 1 strip kerutan di dekat mata. rasanya berlebihan bila dibilang histeris. tapi tetap saja keterkejutan itu sedikit membawa ketakutan, bahwa kita ternyata sudah mulai tua. Ada perasaan takut, dan mulailah berbagai rencana untuk bisa melawan ketuaan itu dengan perawatan ini dan itu, olahraga ini dan itu, dan membeli kosmetik yang harganya lebih mahal lagi dari yang sekarang kita pakai.

Ketakutan itu kadang menghilangkan essensi kata-kata bijak tersebut selanjutnya, bahwa bila tua adalah kemestian maka menjadi bijaksana adalah pilihan. sehingga karena sibuk mengurus fisik kita agar tampak muda terus, kita lupa melatih diri agar menjadi bijaksana. padahal, sekeras apapun usaha kita untuk melawan ketuaan tetap saja lama kelamaan rambut kita akan memutih, kulit kita akan berkerut dan daya tahan kita akan menurun.

source picture

Yang perlu kita usahakan sebenarnya menjaga kesehatan dan merawat badan kita sebaik mungkin agar kualitas hidup kita menjadi baik, tanpa harus takut terhadap ciri-ciri tua itu. dengan kualitas hidup yang baik, maka kita bisa senantiasa melatih diri untuk menjadi seorang yang bijaksana seiring dengan bertambahnya umur. sehingga saat nanti kita sudah benar-benar tua dengan ciri umur dan ciri phisik, kebijaksanaan kita akan mencapai tahapan yang sangat bijak.

-renungan saat melihat uban dikepala😦 –

update info

ternyata, menurut salah satu ustadzah (berdasarkan sebuah hadist) uban adalah salah satu yang akan memberikan kesaksian dihari perhitungan nanti, karena orang yang beruban cenderung adalah orang yang senang berfikir. so jika ada uban dikepala jangan dicabut ya… siapa tau itu yang akan menyelamatkan kita dari api neraka.. Allahu’allam bishowaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s