Nostalgia dengan novel masa kecil

Kepulangan saya kali ini ke palembang, selain untuk urusan2 administratif kantor, juga mengambil pesanan buku yang saya beli di salah satu toko buku online di kota bandung.

Tau gak buku apa yang saya beli ? hahha.. itu adalah buku masa kecil saya.. buku yang judulnya St Clare dan Malory Towers karangan enid blyton. . Sekali ini saya membelinya dengan lengkap, setiap seri ada 6 buku.

Buku ini bercerita tentang kehidupan asrama para gadis ala negara inggris mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Ha hai.. senang rasanya. buku ini dulu sangat menginspirasi saya untuk masuk asrama, meskipun impian itu terkubur, karena dulu tidak ada sekolah asrama di Palembang, terutama untuk anak smp dan sma kecuali pesantren.

Serasa terbang kembali ke jaman dulu, jauh2 dari plaju nyebrang pake feri ke perpustakaan Pusri hanya untuk membaca buku2 cerita karangan tante enid blyton🙂 , beberapa ada yang bisa dipinjam, tapi beberapa seri ada yang terlewatkan karena tidak ada ditempat atau hilang.

Hmm akhirnya, beberapa hari ini selain disibukkan oleh urusan riset dan dakwah, saya juga menghabiskan waktu dengan membaca buku 2 ini.. ternyata tak ada yang berubah, tetap aja mengasikkan untuk dibaca, setelah 20 tahun berlalu….😀

Teringat gimana 20 tahun yang lalu, saya sangat senang dengan cerita2 petualangan khas anak-anak, semacam 5 sekawan, kumpulan 4 orang anak ditambah satu orang anjing yang bernama Timmy kalo gak salah. Ada juga STOP, yang merupakan kepanjangan dari nama 4 orang anak yang menjadi anggotanya. Trio detektif dan cerita anak-anak diasrama semacam St Clare dan Malory Towers yang saya beli ini🙂

Jika saya sudah membaca, saya akan memilih duduk di sudut rumah, yang jauh dari kejahilan kakak dan adik saya🙂 disana saya akan membaca dan tertawa-tawa sendiri jika ceritanya lucu, atau terdiam saat ceritanya sedih, dan ikut merasa takut jika ceritanya seram. Saya akan lupa keadaan disekeliling saya bila sudah mulai menyudut..🙂

source picture

Pernah suatu saat, saya naik ke atas dak rumah saya dan bersembunyi dibalik pagar agar tidak ada yang mengganggu saat saya membaca, sampai semua orang rumah akhirnya mencari saya kemana-mana. Ketahuannya tempat persembunyian saya karena saya kelihatan dari rumah tetangga🙂

Hmm, sepertinya hobi membaca saya yang membuat daya khayal saya sangat tinggi. Dulu saya membayangkan saya seperti  isabel gadis inggris yang sekolah diasrama dan memiliki saudara kembar dan belakangan saya pun bercita-cita punya anak kembar🙂. atau saya membayangkan menjadi seperti petra, seorang gadis yang cantik, anggun dan cerdas yang merupakan anggota dari STOP. kadang saya merasa seperti anne anggota dari 5 sekawan. Aduh…. konyol sekali ya saya🙂

Akibat lainnya karena saya gemar sekali membaca, kadang saya merasa tidak memerlukan teman. Jika mau bermainpun cukuplah dengan adik dan kakak saya. hingga akhirnya saya termasuk orang yang introvert..

Pada akhirnya, segala sesuatu pasti ada baik dan ada buruknya. Dari hobi saya membaca, meskipun saya dulu seorang introvert, minimal sekarang saya sudah berusaha menguranginya. dan Insya Allah segala sesuatu pasti ada manfaatnya termasuk daya khayal saya saat saya masih kecil. Minimal sejak dulu saya selalu bercita2 untuk pergi ke inggris, meskipun hanya beberapa hari.. Semoga!!!

dak : atap rumah yang berupa cor semen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s