Jangan tinggi hati rin…

Jangan tinggi hati rinnn.. kata itu terngiang berkali kali ditelinga saya, semenjak saya menerima telpon dari ibu saya siang tadi.

Tinggi hati ? apakah benar saya tinggi hati, tinggi hati kan berarti sombong, berarti saya sombong ?

Saya tidak pernah merasa sombong, tapi kenapa ya orang seriiiing sekali bilang kalo saya sombong? apakah karena pembawaan saya yang sangat pendiem dan cenderung males ngomong ? sepertinya iya.. karena itu..

Lain perkara dengan my mom tadi. Kata tinggi hati keluar setelah saya bilang bahwa saya gak mau terlalu mengenal dekat mahasiswa saya, yang sudah mengenalkan dirinya pada saya sebagai pacar nya sepupu saya. maksud saya sebenarnya, seharusnya dia malu… dia kan masih pacar, belum suami… kok berani ngenalin diri kesaya yang jelas2 dosennya. Saya lebih respek ke dia jika dia bersikap biasa saja dan tidak mengenalkan dirinya sebagai “pacar”, apalagi berusaha mendekati saya dengan status “pacar” sepupu saya.. hmm gimana yah, maksud saya, status “pacar” itu loh yang saya nggak merasa nyaman…

Tapi setelah saya ingat-ingat, bukan sekali ini saja saya bersikap seperti itu, sudah 2 kali kalo gak salah, saya tidak terlalu merespon mahasiswa saya yang mengaku keponakan dari teman saya, dan sekali saya tidak terlalu merespon mahasiswi yang mengaku keponakan salah satu dosen rekan sejawat saya. Sebab menurut saya, terus terang, saya takut nanti tidak bisa bersikap objective dengan mereka, bila mereka mau minta tolong nilai. Padahal belum tentu juga ya, mereka mau memanfaatin kedekatan dengan saya..ge er sekali saya, padahal itukan bisa menyambung tali silaturahmi saya dan teman saya. seperti yang sudah pernah saya lakukan, menitipkan salam buat teman saya, yang menjadi dosen adik ipar saya saat itu.  lagian bila itupun terjadi, saya tetap bisa bersikap tegas kesiapapun.

Dua sepupu saya yang menjadi mahasiswa saya pun, tidak terlalu saya dekatin.. saya pikir lebih bagus orang tidak tahu bahwa mereka sepupu saya, biar lebih objective. bila sudah sangat perlu baru saya akan bantu mereka, bila tidak terlalu perlu, biarlah sewajarnya saja.

Apa ya ? mungkin karena sewaktu saya kuliah, saya tidak berusaha kenal dengan orang lain, dan saya tidak juga dekat dengan dosen2. makanya sekarang saya tidak terlalu dekat dengan mahasiswa.

Padahal jaman telah berubah, dekat dengan mahasiswa adalah salah satu cara kita untuk memotivasi mahasiswa kita..

Hmm kayaknya harus ada sesuatu yang diubah dari sikap saya.. semoga ini akan jadi pembelajaran berharga buat saya.

Thanks mommy, you have remind me about that, realize that haughty is only for Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s