Zona Nyaman Saya

Awalnya, saya tidak menyadari rasa ini. Namun akhir-akhir ini, bersamaan dengan kekerapan saya berkumpul dengan ibu-ibu ataupun temen-temen di lingkungan saya, baik itu dirumah, dikampus ataupun temen-teman jaman jadul (alias temen2 jamannya SMA), sayapun akhirnya sadar, ada sebuah zona nyaman yang saya rasakan, yang berbeda dengan saat saya belum menikah.

Dulu waktu saya masih kecil, zona nyaman saya adalah dirumah, diantara orang2 yang menyayangi saya. Bila saya harus keluar dari zona nyaman itu, pasti akan selalu ada orang-orang tercinta disamping saya. lebih besar sedikit, saya sudah berani keluar sendirian, namun tetap saja zona ternyaman saya adalah ketika saya ada dirumah.

Sampai saya SMP, meskipun sudah ada teman2 akrab, dan sekolah saya sudah jauh dari rumah (ukurannya saya kesana naik angkot, meskipun cuma sekitar 10 menit dari rumah) tetap saja, pulang dari sekolah saya akan cepat2 pulang ke rumah. dan zona ternyaman saya dirumahpun sedikit berubah, yaitu dikamar pribadi saya..

Ketika SMA, saya punya 5 orang temen2 yang sangat akrab, yang kemudian agak merubah pandangan saya tentang zona nyaman. saya juga merasakan kenyamanan saat saya berada ditengah2 teman2 akrab saya. dimanapun itu, sehingga akhirnya saya betah berlama2 disekolah, ditambah disekolah juga ada tambahan less dan ekstrakurikuler dan tempat less kami diluarpun hampir selalu sama. sampai akhirnya, waktu saya dari pagi-sore selalu saya habiskan dengan mereka. bahkan minggu pun sering kami pakai bersama. tapi tetap saja, saat saya sudah sampai dirumah, saya akan lebih merasa nyaman lagi.

Ketika kuliah, tempat kuliah saya sangat jauh… 32 km jaraknya dari rumah. diawal semester, saya dan teman saya, memutuskan untuk ngekos disekitar lingkungan kampus, tapi saya tidak merasa nyaman disana, meskipun tempatnya sendiri tergolong nyaman. Akhirnya hanya sebulan saja saya ngekos disana, saya balik lagi ke rumah, dan memilih pulang pergi sejauh 64 km setiap hari dibandingkan harus meninggalkan zona nyaman saya.

Begitupun ketika saya harus pergi keluar kota, untuk melanjutkan pendidikan saya. saya selalu merasa rindu dengan suasana rumah, kamar saya, dan orang2 yang ada didalamnya. saya akan sangat lega saat liburan telah tiba. karena artinya saya kembali ke rumah.  kembali ke orang2 yang saya sayangi.

Setelah bekerja, jam kerja saya adalah dari pagi sampai sore, dan setiap beberapa hari sekali dalam seminggu, saya harus pulang malam. keuangan saya pun berubah drastis. yang tadinya hanya mengandalkan uang yang didapat dari orang tua, sekarang saya punya gaji sendiri, saat itu saya hampir bisa membeli apa saja yang saya inginkan.

Saat jam istirahat kantor, baik itu siang ataupun sore hari, saya sering sekali kongkow dengan teman2 saya. belanja-belanji🙂 dan pergi ke restoran favorit atau sekedar mencicipi setiap restoran yang baru buka. saya merasa nyaman juga saat itu. berada dikantor dengan segudang aktivitas, uang yang bisa saya gunakan untuk apa saja dan teman2 yang sama hebohnya dengan saya. Ya, zona nyaman saya sekarang bertambah…

Setelah menikah, kebiasaan saya yang berubah. bila dulu saya bebas keluar kantor untuk makan atau jalan dengan teman-teman saya, sekarang kemana-mana saya harus ijin dulu. Kenyataannya, tidak setiap izin sy berbuah manis, lebih sering saya akhirnya harus tinggal sendirian dikantor karena tidak mendapat izin. Sering juga saya mengakali baru bilang setelah ada didalam mobil. trik ini lumayan berhasil. tapi lama2 gak mempan juga.

Sebenarnya gak sedih-sedih bener sih.. karena sebagai gantinya, biasanya suami akan mengajak jalan2 atau makan berdua ke mall.

Lama-lama kebiasaan berjalan berdua tersebut, akhirnya menjadi kebiasaan rutin kami, dan lambat laun saya lebih suka berjalan kemana-mana bila ada suami, atau bernostalgia jalan-jalan dengan ibu, adek dan keponakan saya.

Kepindahan saya ke johor, menambah sebuah kebiasaan baru. yaitu berkumpul dengan ibu-ibu, baik itu IRT ataupun yang merangkap sebagai student. baik itu sekedar untuk ngobrol ngalor ngidul atau mengurus kegiatan dan aktivitas lainnya. tak ketinggalan saat saya lagi mudik pun, teman2 jadul saya ikut bersumbangsih menambah kegiatan kumpul-kumpul saya.

Tapi jika sudah lebih dari satu jam saya berkumpul dengan mereka, ada sebuah rasa yang menyeruak keluar… awalnya tidak saya sadari, tapi lama kelamaan akhirnya saya sadar, saya selalu tidak nyaman, jika meninggalkan suami saya berlama-lama, berhahaha hihihi dengan teman-teman sedangkan suami saya sendirian, duduk manis didepan komputernya.

Ya.. sekarang setelah 6 tahun berstatus sebagai istri, saya pun menyadari, bahwa zona nyaman saya sekarang adalah disamping suami saya, dimanapun itu.

Sumber photo : disini

Semoga zona nyaman ini, tidak membuat saya menjadi semakin manja dan tidak mandiri, karena selalu bergantung dengan suami, dan tidak malah membuat sifat introvert saya semakin menjadi-jadi karena malas berkumpul lama-lama dengan orang lain.

sumber gambar : disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s