Episode Cinta

Cinta…

hmm kata yang satu ini selalu sangat menarik untuk dibicarakan. terutama bila cinta yang berkaitan antara 2 orang lawan jenis. selalu ada manis, asem dan asin dalam pembicaraan yang berkaitan dengan kata cinta.

saya tidak sedang bicara bagaimana cinta anak muda yang bergelora..tapi saya sedang membicarakan bagaimana memupuk cinta antara 2 orang suami istri yang sudah bertahun-tahun menikah.

Saya tertarik membicarakannya setelah salah seorang teman menanyakan tentang poligami diakhir majelis yang sedang kami adakan..dari teman tersebut saya mengetahui, bahwa dilingkungan kami, ada sebuah keluarga yang suaminya selalu berbicara pada istrinya bahwa dia akan berpoligami bila sudah kaya nanti, ada juga yang mengatakan pada istrinya bahwa istrinya harus siap dipoligami pada hari pertama mereka menikah dan macam2 lagi cerita yg berkaitan dgn poligami.

kemudian besoknya suami saya juga cerita kalo dimajelis yang diadakan oleh bapak2 sedang sering membahas masalah poligami.. yah..beberapa minggu terakhir ini, masalah poligami memang kembali merebak.. salah satunya sebabnya adalah karena ada seorang kyai besar yang telah gagal melakukan poligami sehingga istrinya minta cerai..

Sebagai seorang wanita, saya sebenarnya sangat anti membicarakan tentang poligami.. tapi akhirnya saya tertarik juga untuk membahasnya..

balik ke cerita teman saya tadi, tentang keluarga yang suaminya selalu membicarakan akan poligami bila sudah kaya nanti.. suaminya selalu berkata bahwa berpoligami ada dasarnya….dan tidak perlu izin istri untuk melakukannya…. saya tidak mengerti apa alasan suaminya untuk menikah lagi.. istrinya adalah wanita yang sempurna secara fisik dan mental.. merekapun punya anak2 yang cantik, lengkap laki-laki dan perempuan. apakah si suami merasa ada yang tidak disukai dari sifat  istrinya ? bukankan semua orang punya kekurangan, pasti si istripun merasa ada yang tidak disukainya dari sifat suaminya.. apakah karena sudah luntur cinta suaminya kepada istrinya..

Kenapa cinta suaminya sudah luntur ? apakah karena tidak pernah dipupuk ? kenapa suami selalu mengambil keputusan untuk berpoligami bila mereka merasa sudah luntur cintanya pada sang istri ?

mari kita dengar cerita dari orang yang sudah berpoligami.. menurut salah seorang teman kami, ketika dia izin akan berangkat sekolah kepada kepala dinasnya yang kebetulan menjadi pelakon poligami, cuma satu pesan si bapak kepala dinas, meski jauh dari istri jangan pernah berfikir untuk berpoligami, sebab jangankan surga diakherat, surga diduniapun tidak saya dapatkan.. begitu tutur sibapak kepala dinas… begitupun dalam buku yang berjudul “bahagia dengan satu istri” disitu ada kesaksian dari pelakon poligami mengatakan, janganlah anda pernah berfikir berpoligami, cukuplah saya yang menjadi ahli neraka…. demikian kata pelakon yang telah menjalankan poligami dibuku itu.. allahu’alam

Saya belum pernah mengikuti majelis yang membahas tentang tafsir Qs an-nisa :3  tapi dari beberapa blog yg saya baca tentang poligami ([1],[2]) dan ngobrol dengan beberapa teman yang berilmu, ada salah paham yang timbul, suami2 menyatakan bahwa mereka bisa berbuat adil, sehingga Qs an nisa: 3 adalah anjuran bagi mereka untuk berpoligami, padahal dari arti surat tersebut ([1],[2]) dikatakan bahwa manusia tidak bisa berbuat adil dan selalu memiliki kecenderungan, sehingga sangat dianjurkan untuk tidak berpoligami. dalam buku seri keahwatan I, juga dijelaskan bahwa seorang laki2 yang berpoligami yang tidak berbuat adil, maka dia akan dimatikan dengan tubuh yang diceraiberaikan.. allahu’alam

seharusnya seorang suami, berfikir masak2 ketika akan memutuskan untuk berpoligami.. jika alasannya hanya karena dia sudah tidak cinta lagi pada istrinya, bukankan dia pernah mencintai istrinya, sehingga bila cinta itu disiram, dipupuk dan dirawat dia akan segar kembali.. ibarat bunga yang sudah layu, bila  disiram dengan air, dipupuk dan dirawat dia akan segar kembali. Kenapa mereka berdua tidak mencoba memberi pupuk pada cinta mereka…

Jika karena sisuami jatuh cinta lagi.. bukankah jatuh cinta itu dikarenakan kedekatan yg intens, itu kan bisa dihindari dengan tidak membiasa diri berinteraksi dengan seorang lawan jenis secara terus menerus dan berkesinambungan (akrab & curhat2an)…

Jika untuk menolong, seperti yang diajarkan Rasullulah, Rasul menikahi wanita tidak karena nafsu, jika dibaca dari sirah, yang dinikahi Rasul, kecuali ibunda Aisyah Ra, sebagian besar adalah janda2 yang sudah tua, dan atau yang membutuhkan perlindungan… bukan seperti sekarang ini, yang menjadi istri muda, adalah yang lebih muda dan atau yang lebih cantik…

bukankah dengan menambah satu buah biduk atau lebih, akan lebih banyak lagi tanggung jawab suami… untuk mengatur dan menafkahi 2 biduk yang kadang2 berbeda arah..

Saya belum lama berumah tangga.. baru dg satu kali hitungan jari, dari sedikit pengalaman itu, saya mencoba menggali apa saja sebenarnya yang dapat membuat cinta kembali bersemi..

Seingat saya, dalam masa 6 tahun ini… banyak sekali kerikil-kerikil yang telah kami lewati.. namun yang menjadi kunci adalah komunikasi bila ada suatu permasalahan, selain itu dari bincang2 dgn beberapa teman, sempatkan untuk menikmati waktu berdua saja setiap berapa pekan sekali, ini akan melumerkan hati yang sedang emosi.. .. selain itu yang paling penting adalah selalu berusaha mendekatkan diri kepada NYA. Dengan selalu mengingat NYA, kita akan sadar apa makna dan tujuan hidup didunia…. hidup semata2 hanya untuk menjauhi laranganNYA dan melakukan semua perintah NYA..

Jadi inti dari kehidupan kita sebenarnya adalah berlomba2 untuk mencari kebaikan didunia sebagai bekal kita diakhirat nanti.. sekiranya dengan 1 biduk cinta kita lebih mudah menggapai bekal yang lebih banyak, kenapa harus menambah biduk cinta lain, yang belum tentu akan memperbaiki diri dan keluarga kita…

Allahu’alam bishowaf…….

(renungan disore hari)

[1] http://mukhtashar.wordpress.com/2010/07/19/syubhat-surat-an-nisa-ayat-129-merupakan-dalil-bahwa-poligami-itu-terlarang/

[2] http://salmanitb.com/2010/11/an-nisa3-bukan-menyuruh-poligami/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s