Seminar tentang “Parenting”

Pagi ini, kami akan mengadakan seminar dengan tema : Parenting. Tempatnya seperti biasa di Mesjid Besar Taman U…

Tapi, saya lupa nama pembicaranya, yang pasti mereka adalah orang2 indonesia yang sudah lama tinggal di kuala lumpur.. mereka juga mengelola organisasi yang bergelut tentang bagaimana menjadi orangtua yang baik.. profilnya dapat dilihat di : http://www.rumahparentingmutiarahati.com

Inti pembicaraannya adalah bagaimana menjadi orangtua yang baik..

Gak banyak yang bisa saya catat dari seminar ini. karena saya sendiripun belum berpengalaman membesarkan anak. ada juga kemenakan yang hanya beberapa hari sekali ketemunya.. kalo keponakan saya lagi nangis biasannya baliknya ke ibu atau papa saya, kalo gak ke ortunya..hehehe

ini sebagian yang saya catat :

  • Kondisi emosi anak sangat dipengaruhi oleh kondisi emosi ibu pada saat mengandung. sebagai contoh ibu yang sering membaca alquran pada saat mengandung akan melahirkan anak yang mudah menghapal quran, tapi bila si ibu sering merasa cemburu pada saat mengandung maka sianakn akan mudah sekali merasa tersinggung
  • Anak harus sering distimulasi sehingga anak dapat aktif berkarya
  • games dan nonton kartun tidak ada hubungannya dengan stimulasi untuk peningkatan kecerdasan anak.. malah dalam beberapa kasus akan memutuskan neuron2 (sambungan saraf) yang ada diotak anak..
  • untuk peningkatan kecerdasan lebih bagus dengan stimulasi kegiatan langsung dengan anak seperti membacakan cerita, mewarnai, menggambar atau memainkan permainan edukatif…jikapun menonton ataupun main games harus tontonan dan games yang edukatif..
  • Anak yang sering dimarahi akan menghasilkan anak yang emosional
  • Sampai usia 18 tahun, sebagian besar waktu anak berada dirumah (sekitar 85%) dan disekolah (15%), oleh karena itu pembentukan karakter sebenarnya berasal dari lingkungan rumah. Namun ada yang menyatakan  :
  1. 0-12 tahun : dirumah
  2. 12-18 tahun : mulai berteman
  3. > 18 tahun : lebih banyak dengan teman

oleh karena itu pembentukan karakter anak juga akan dipengaruhi oleh

karakter teman2nya

  • Normalnya anak berumur  7 tahun sudah harus bisa memasak masakan sederhana
  • tidak boleh melekatkan predikat jelek ke anak, seperti buntet, gendut, bodoh dsb
  • Kondisi anak
  1. anak dibawah 7 tahun, tidak boleh dimarahi maupun dipaksa karena akan menurunkan kepercayaan dirinya, sedapat mungkin memenuhi semua permintaannya, dan bila tidak memungkinkan berilah alasan kenapa tidak bisa atau tidak boleh. Kita juga diharuskan memberi perhatian penuh pada si anak. dan mengalihkan semua kesibukan bila anak sedang meminta perhatian
  2. setelah umurnya mencapai 7-14 tahun baru boleh dipaksa untuk melakukan sesuatu. Pada umur ini, orang tua adalah raja.. artinya bila ortu menyuruh sesuatu, usahakan membujuknya sampai anak memenuhi permintaan orang tua. contoh bila ortu minta dibelikan sesuatu ke warung, usahakan jangan berhenti memintanya sampai mereka melaksanakan perintah kita. karena akan membentuk si anak patuh pada orang tuanya
  3. umur 14-21 tahun semua harus didiskusikan selayaknya sahabat
  • Setiap anak memiliki kantong jiwa. pada umur 0-7 tahun anak harus diberi perhatian dan pujian jika memiliki prestasi. jika tidak, maka kantong jiwanya akan kosong pada saat anak memasuki usia baligh.

Demikian catatan kecil saya selama mengikuti pelatihan.. semoga bermanfaat, dan saya mohon ampun pada Allah bila ada kesalahan dalam menulis ulasan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s