Hormon yang mempengaruhi siklus bulanan pada penderita PCOs

Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan.

Siklus bulanan wanita ini dipengaruhi oleh 3 hormon penting yaitu estrogen, LH dan FSH. setiap wanita memiliki kadar hormon yang berbeda. hal inilah yang akhirnya menyebabkan seorang wanita memiliki menstruasi dengan siklus pendek, normal, panjang ataupun tidak beraturan. siklus pendek adalah siklus yang kurang dari 25 hari, siklus normal antara 28-35 hari dan siklus panjang bila siklus lebih dari 35 hari. Beberapa wanita yang memiliki siklus yang tidak teratur sering diindikasi memiliki masalah kesuburan.

Panjang siklus menstruasi dihitung dari hari pertama periode menstruasi – hari dimana pendarahan dimulai disebut sebagai hari pertama yang kemudian dihitung sampai dengan hari terakhir – yaitu 1 hari sebelum perdarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai.

Hormon yang mengatur terjadinya siklus menstruasi

Seorang wanita memiliki 2 ovarium dimana masing-masing menyimpan sekitar 200,000 hingga 400,000 telur yang belum matang/folikel (follicles). Normalnya, hanya satu atau beberapa sel telur yang tumbuh setiap periode menstruasi dan sekitar hari ke 14 sebelum menstruasi berikutnya, ketika sel telur tersebut telah matang maka sel telur tersebut akan dilepaskan dari ovarium dan kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk kemudian dibuahi. Proses pelepasan ini disebut dengan “OVULASI”. Pada permulaan siklus, sebuah kelenjar didalam otak melepaskan hormon yang disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH) kedalam aliran darah sehingga membuat sel-sel telur tersebut tumbuh didalam ovarium. Salah satu atau beberapa sel telur kemudian tumbuh lebih cepat daripada sel telur lainnya dan menjadi dominant hingga kemudian mulai memproduksi hormon yang disebut estrogen yang dilepaskan kedalam aliran darah. Hormone estrogen bekerjasama dengan hormone FSH membantu sel telur yang dominan tersebut tumbuh dan kemudian memberi signal kepada rahim agar mempersiapkan diri untuk menerima sel telur tersebut. Hormone estrogen tersebut juga menghasilkan lendir yang lebih banyak di vagina untuk membantu kelangsungan hidup sperma setelah berhubungan intim.Ketika sel telur telah matang, sebuah hormon dilepaskan dari dalam otak yang disebut dengan Luteinizing Hormone (LH). Hormone ini dilepas dalam jumlah banyak dan memicu terjadinya pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam ovarium menuju tuba falopi. Jika pada saat ini, sperma yang sehat masuk kedalam tuba falopi tersebut, maka sel telur tersebut memiliki kesempatan yang besar untuk dibuahi. 

Sel telur yang telah dibuahi memerlukan beberapa hari untuk berjalan menuju tuba falopi, mencapai rahim dan pada akhirnya “menanamkan diri” didalam rahim. Kemudian, sel telur tersebut akan membelah diri dan memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG). Hormone tersebut membantu pertumbuhan embrio didalam rahim.

Jika sel telur yang telah dilepaskan tersebut tidak dibuahi, maka endometrium akan meluruh dan terjadinya proses menstruasi berikutnya.

Dari gambaran diatas, diketahui bahwa LH dan FSH adalah hormon yang mendorong terjadinya ovulasi. Baik LH dan FSH disekresikan oleh kelenjar hipofisis di otak. Pada awal siklus, LH dan FSH tingkat biasanya berkisar antara sekitar 5-20 mlU / ml. Kebanyakan wanita memiliki jumlah  LH dan FSH yang hampir sama selama bagian awal siklus mereka. Namun, ada gelombang LH di mana jumlah LH meningkat menjadi sekitar 25-40 mlU / 24 ml jam sebelum ovulasi terjadi. Sekali telur dilepaskan oleh ovarium, LH tingkat kembali turun.

Sementara banyak wanita dengan PCOS kadang masih memiliki LH dan FSH dalam 5-20 mlU / rentang ml,namun kadang tingkat LH mereka sering dua atau tiga kali dari tingkat FSH. Sebagai contoh, adalah biasa untuk wanita dengan PCOS memiliki tingkat LH dari sekitar 18 ml mlU / dan tingkat FSH sekitar 6 mlU / ml (perhatikan bahwa kedua tingkat jatuh dalam kisaran normal 5-20 ml mlU /). Situasi ini disebut LH FSH tinggi untuk rasio atau rasio 3:1. Perubahan LH untuk rasio FSH sudah cukup untuk mengganggu ovulasi. Kadar ini, sementara ini masih digunakan sebagai aspek penting dalam mendiagnosis PCOS. sekarang dianggap kurang bermanfaat dalam mendiagnosis PCOS, tetapi masih membantu ketika melihat gambar keseluruhan.

Saya adalah penderita PCOs, banyak cara yang telah saya lakukan untuk mengatasi penyakit tersebut. berikut treatment yang pernah saya jalani..

  1. minum obat yang mengandung metformin, dimulai dari 1x/perhari ditambah 2x sampai 3x perhari
  2. olahraga rutin (saya hanya sanggup 2x seminggu)
  3. diet untuk menurunkan berat badan.. (tapi turunnya cuma dikit doang🙂 )
  4. terakhir, operasi laparascopic

Alhamdulillah, meskipun siklus bulanan saya masih telat kadang sehari – 4 hari tapi hitungannya tetap sudah normal..

 

 

 

sumber :

http://www.biohealthworld.com

http://www.obgyn.net/displayarticle.asp?page=/pcos/articles/hormone_levels_sterling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s