Naik Tangga 8 Tingkat

Hmm lumayan membakar kalori.. naik tangga sebanyak 8 tingkat, beberapa hari ini merupakan makanan sehari-hari saya. ini disebabkan karena lift di flat kami macet.

Inilah tidak enaknya tinggal di rumah flat… giliran lift rusak, kaki + jantung gw yang gempor. Jika ada urusan yang mengharuskan bolak balik ke rumah maka tangga 8 tingkat itu yang jadi momok..bayangin aja, turun aja lama, apalagi naik, apalagi jika aktivitas naik turun tangga dilakukan lebih dari 1 kali dalam sehari.. alamat badan kurus dalam jangka 1 bulan..

Ini adalah pengalaman pertama saya tinggal di rumah flat. di Indonesia, jarang sekali ada rumah flat. ada juga rumah susun, tapi paling tinggi juga 4 tingkat, karena disana pasti gak ada lift dan lingkungannya rata2 kotor, karena gak ada petugas kebersihan khusus. yang lainnya adalah apartemen.. tapi apartemen harganya selaaaangit. dan biaya bulanannya juga selangit. Makanya rata-rata, biasanya orang-orang lebih memilih rumah tanah (pinjem istilah orang sini).

Jika saya bandingin, ada beberapa keuntungan dan kerugian rumah tanah dan flat. jika kita tinggal dirumah tanah, kita gak perlu climbing jika lift mati, kita punya halaman tanah untuk bercocok tanam, halaman kita adalah milik pribadi kita sehingga jika ada acara kita bebas menggunakannya, kita juga bebas mendesain rumah sesuai dengan selera kita, terus kita gak harus denger suara gradak-gruduk dari atas rumah kita :p. Tapi jika kita tidak terlalu menjaga kebersihan lingkungan luar, maka rumah kita akan kotor, jika ada kerusakan dirumah, kita juga harus menjaganya sendiri.

sebaliknya jika tinggal di flat, terutama lantai atas, jika lingkungan sekitarnya indah, maka view dari rumah kita akan jauh lebih bagus, kemudian udaranya juga lebih bersih karena jauh dari jalan, jika ada kerusakan terutama yang berhubungan dengan fasilitas umum, seperti saluran air, listrik dll maka kita tinggal telp pengelolanya saja, kebersihan juga lebih terjaga karena semuanya sudah ada petugasnya. ya tapi itu, jika tiba2 liftnya mati, gempor deh naik ke lantai 8, terus kalo orang diatas rumah kita gaduh, terpaksa kita juga harus rela ikut mendengarnya..😦 terus kita juga tidak bisa leluasa menggunakan halaman luar kita, karena itu milik bersama..

coba bandingin 2 gambar berikut adalah rumah saya di palembang dan flat tempat saya tinggal sekarang

kebayang kan mungilnya rumah saya.. dan tingginya flat yang sekarang saya tinggalin.. btw, gimana pun baik di flat maupun di rumah tanah, sebenarnya tergantung kita, jika kita merasa bahagia, tinggal dimanapun gak masalah 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s