Menghapal Al-Qur’an

Sebenarnya, menghapal quran yang terbaik adalah pada usia keemasan otak kita, yaitu pada usia 6 – 25 tahun. tapi apa hendak dikata, pada usia itu, saya tidak mempunyai kesadaran sama sekali untuk memulai hapalan saya.

Saya tertarik untuk mengulas tentang menghapal quran karena semalam mendengar kultum dari salah seorang saudara seiman saya. dia bercerita bahwa ada suami istri anggota dewan yang memiliki 10 orang anak kalo gak salah, dan semua anak-anaknya tersebut hapal Al-Qur’an. Anak nya yang tertua, hapal quran pada usia 23 tahun. sekarang anak itu telah lulus dari jurusan teknik geologi ITB (kalo gak salah inget).  anak kedua, dimadinah, dan seterusnya. Semua memiliki prestasi yang cukup baik untuk kehidupan didunia. dan semuanya adalah penghapal Al-Quran.

Saya tidak bisa memikirkan bagaimana kedua orangtua itu mendidik ke10 anaknya untuk menghapal Quran, padahal mereka sendiri adalah orang yang sangat sibuk. ah.. tak usahlah kita berdebat, bagaimana mereka bisa mendidik anak mereka seperti itu. tapi mungkin kita bisa mengambil hikmah dari cerita itu, bahwa orang yang terbiasa menghapal quran, tentulah ia memiliki kebiasaan untuk mengingat secara sangat detail. karena membaca quran ada aturannya, mereka harus mengingat mahraj hurup dari setiap kata, dari setiap ayat, setiap surat dan setiap juz. tentulah mereka punya kebiasaan untuk mengingat nama surat, dan mengetahui secara detail letak surat tersebut pada halaman berapa dan dimana posisinya. Jika quran yang berjumlah ratusan halaman itu saja bisa mereka hapalkan, tentulah mudah bagi mereka untuk menghapal pelajaran yang diberikan disekolah….

Bila saya nanti punya anak, kepingin sekali, anak-anak dan keponakan-keponakan saya bisa menjadi seorang penghapal quran yang baik. tapi untuk menjadikan mereka penghapal quran, tentulah lingkungan tempat mereka tumbuh harus ada yang bisa mengajaknya… karena cerita orang tua yang memiliki 10 anak yang hapal alquran, itu didahului dengan ayah dan ibunya yang menjadi penghapal quran.  mereka memiliki cita-cita yang sederhana pada saat awal pernikahan yaitu menjadikan anak2 mereka hapal Quran. dan menciptakan lingkungan yang rumah mereka sangat kondusif untuk selalumenghapal quran. menurut teman saya, tidak ada TV, lagu-lagu non islam ataupun alat2 musik yang bisa menyebabkan mereka lalai. dan setiap subuh dan magrib adalah waktu terbaik mereka untuk saling bermurajaah quran

Berkaca pada diri saya sendiri, sebenarnya, mungkin agak berat saya bercita-cita seperti itu. mengingat saya adalah orang yang sangat malas menghapal. kewajiban saya untuk menyetor hapalan, sebenarnya sudah ada sejak saya di S1, pada saat saya mulai aktif ikut taklim2 mingguan dikampus saya. tapi ada saja alasan saya untuk menolak kewajiban itu. begitupun pada saat saya di jogja, lalu kembali lagi kepalembang dan akhirnya bekerja. hampir tidak ada kemajuan yang berarti dalam hal hapalan selama ini. alasannya sangat klise, yaitu saya sibuk bekerja sehingga tidak dapat menghapal.

Alhamdulillah, Allah telah mengirimkan saya kesini saat ini. disini saya dipertemukan dengan teman-teman yang akhirnya menyadarkan saya tentang pentingnya menghapal alquran. Alhamdulilah, meskipun tertatih, saya sudah bisa mulai berkonsentrasi untuk mulai menghapal pada setiap sehabis subuh dan setelah magrib. meskipun kadang-kadang masih bolong juga, tapi saya terus berusaha yang terbaik.

mudah-mudahan usaha saya ini dimudahkan NYA, dan cita2 kami ini dapat terwujud.. Amiin

ini adalah link-link tentang berbagai cara untuk menghapalkan alquran dengan baik :

 

One thought on “Menghapal Al-Qur’an

  1. Ternyata….
    memang ‘pencerahan’ itu bisa datang dari mana saja, ya, mbak…

    Begitu mendengar ttg kisah itu juga..put jadi semangat untuk mempunyai keturunan yang bisa hafal Al-Quran…
    Pertama kali baca tentang kisah kakak-beradik penghafal al-Quran ini dari milis sekolah…dan memang bener2 menginspirasi..

    Meskipun diri sendiri ngafalnya masih loncat2 pagar..he..he..

    Semoga kita tetap bersemangat untuk menjadi penghafal al-Quran…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s