Setahun di UTM

Hari ini genap setahun kami di UTM.. selama setahun ini banyak sekali pengalaman baru yang saya dapat.. yah, meskipun saya tinggal di negara yang nota bene tetangga pulau dengan sumatera, dan memiliki kontur geografis, budaya dan bahasa yang hampir sama, namun ada perbedaan yang saya rasakan disini..

Selama di UTM, perbedaan pertama yang saya rasakan adalah administrasi yang sangat tidak berbelit-belit dan memiliki alur pengerjaan yang jelas.. maksudnya, meskipun untuk mengurus suatu dokumen perlu langkah2 yang panjang, namun semuanya ada alur, apa yang harus kita kerjakan step by step.. dan itu sangat jelas..

Yang kedua, semua pengurusan dokumen di UTM semuanya bebas biaya alias gratissss.. kecuali jika ada keteledoran dari kita sendiri, misalnya kartu mahasiswa hilang dll baru kita harus bayar.. dan itu pun jelas peraturannya..

ketiga, fasilitas yang lengkap dan semuanya lagi-lagi gratiss…disini, saya bebas nge-gym setiap selasa dan kamis (karena hari lainnya khusus untuk laki2) dengan fasilitas yang standar dan free of charge.. selain di sukan (gym) ada banyak fasilitas olahraga yang bertebaran gratis di UTM, lapangan badminton, squash, tenis lapangan, tenis meja, futsal, voli, voli pantai sampai olah raga berkuda pun ada… lengkap dengan kuda-kudanya..dan sebentar lagi kolam renang dan lapangan bola kaki berstandart internasional bisa dinikmati..

keempat, ketika keluar dari UTM, yang paling mencolok perbedaannya fasilitas umum yang sangat baik. sebagai contoh adalah jalan2 yang lebar dan mulus untuk jalan highway (bukan tol)… dan jalan2 perkampungan tetap lebar dan mulus… mushalla yang bagus, tandas (kamar mandi) yang sangat bersih, ada di setiap mall..

kelima, sedikit sekali ditemukan kompleks-kompleks  perumahan yang mewah.. disini, rata-rata orang tinggal di flat, atau rumah taman (seperti ruko tingkat 2 kalo diindonesia), bentuknya standart.. dan tidak mewah.. karena katanya rumah2 tersebut pada saat akan dibeli, maka pendapatan sipembeli akan diaudit, dari mana didapatkan dan sesuai gak pendapatan kita dengan harga rumah.. jadi.. orang yang benar2 kaya saja yang bisa membeli bungalow atau villa..

ke-enam, disini mobil2nya tidak terlalu mewah, rata-rata mereka menggunakan mobil merk proton atau kancil dan variannya produksi daihatsu.. banyak juga yang memiliki mobil mewah, tapi yang bisa punya mobil bermerk adalah orang2 yang sudah berpendapatan tinggi.. Intinya, setau saya ya… disini orang tidak terlalu berlomba-lomba untuk menjadi kaya..karena setiap orang sudah merasa cukup bila kebutuhan skundernya terpenuhi…

ke-tujuh, semua urusan publik seperti mengurus SIM, STNK, Pajak dan sebagainya dapat diselesaikan dengan mudah bahkan bagi kami pelajar2 internasional.. sebab aturannya sangat jelas, mudah dan murah… tapi jika kita melanggar aturannya, hukumannya sangat berat..

Hmm banyak sekali kemudahan yang saya peroleh disini, kalo menurut ibu2 disini, hidup disini kayak di alam mimpi… bagaimana tidak, mereka rata2 bisa hidup enak dengan hanya mengandalkan vote yang diterima suaminya, sebab harga barang rumah tangga dan kebutuhan sehari2 yang murah dan tidak fluktuatif serta keamanan dan kenyamanan pada saat berbelanja dan beraktivitas membuat mereka rata-rata betah disini…

Tentang rasa aman, terutama dikampus, saya sangat salut dengan mahasiswa disini.. mungkin mereka sangat merasa aman disamping banyaknya kamera litar (CCTV) yang bertebaran, sehingga kadang2 mereka dengan teledor meletakkan HP dan notebook sembarangan… hal ini belum bisa saya lakukan sampai saat ini, karena terbiasa dengan ketidak amanan, sehingga jiwa berjaga-jaga saya sangat tinggi.. heheheh

Banyak lagi kelebihan yang saya rasakan disamping ada juga ketidak nyamanan, seperti pada saat berkendaraan dijalan, disini orang sangat tidak punya tenggang rasa.. jika sudah bagian mereka jalan, mereka tidak mau memberi kesempatan sama sekali orang lain untuk memotong, meskipun orang tersebut membutuhkannya..

Menurut saya yang baru tinggal setahun disini, ada beberapa hal yang baik yang patut dicontoh oleh kita. tidak perlu malu.. karena meskipun kita merasa kakak, tapi jika ada hal-hal yang baik ada pada adek, kenapa tidak ? bukan kah bangsa yang besar itu adalah bangsa yang memiliki jiwa yang besar.. bukan malu yang besar..

One thought on “Setahun di UTM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s