dedek kecil

“sudah berapa dedek kecilnya ?” Pertanyaan itu yg selalu muncul setiap kali bertemu dgn teman atau kerabat yg sdh lama tak bertemu
Kadang sedih dan kadang biasa saja saya menjawabnya

Siapa yg tidak ingin anak dalam kehidupan pernikahannya ? Siapa yg tidak ingin anak yg lucu dan menggemaskan serta pintar kayak kemenakan2 saya. Saya pikir, cuma orang gila saja yg tidak ingin.

bila saja saya sudah memiliki momongan, mungkin hampir tiap hari blog ini sudah penuh berisi tentang perkembangan mereka dari hari ke hari.

sedih rasanya, saat berkumpul dengan teman dan saudara, mereka sangat sibuk mengurusi buah hati mereka. cemburu pada saat mereka bercerita tentang bagaimana anak-anaknya rindu pada mereka, dan segenap kerinduan lainnya yang tidak bisa kami jabarkan satu-persatu.Tapi kami cuma bisa berusaha. Dan hanya ALLAH yg menentukan.

Sudah kemana2 kami berusaha. Orang pintar urut, refleksi, akupresur, obat-obatan, Suntik, bahkan teknologi termodern pun sudah pernah kami lakukan. namun ALLAH belum mengizinkan untuk kami memiliki keturunan.

Ada beberapa alasan kenapa kami kepingin sekali punya keturunan yang mungkin sama dengan orangtua pada umumnya : pertama, kami ingin memiliki anak yang sholeh yang bisa mendoakan kami saat kami sudah tiada nanti; kedua, kami ingin memiliki cahaya hati yang dapat menghibur kami disaat kami sedih dan berbagi suka pada saat kami bahagia; ketiga, kami ingin beribadah dengan mendidik anak kami menjadi orang yang berguna bagi agamanya, negaranya, keluarganya dan orang-orang yang ada disekitarnya.

Terima kasih kami pada kedua orang tua kami, yang sudah mendidik dan membesarkan kami berdua. ternyata untuk menjadi orangtua itu bukan perkara yang mudah, butuh kesabaran yang banyaaaaaaak sekali. kesabaran untuk menunggu titipan NYA, kesabaran untuk mengurusi dikala mereka kecil, kesabaran dalam mendidik dan membesarkan mereka, dan banyak lagi kesabaran yang yang harus dilalui.

Mungkin saat ini, kami masih diuji oleh NYA, seberapa sabarkah kami ? saat ini baru satu, yaitu sabar menunggu titipan NYA. jika untuk sabar yang satu ini saja kami tidak mampu, bagaimana kami melewati kesabaran2 yang lainnya?

wallahu’alam bishawaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s