Perbaiki Tingkat Kesabaran

kesabaran adalah sesuatu yang sangat sulit dilakukan. sabar itu adalah ikhlas terhadap sesuatu yang sebenar tidak kita sukai.

terkadang, terhadap keluarga sendiri, kita tidak dapat menjaga kesabaran kita dengan dalih bahwa jika keluarga, mereka dapat memaklumi kita dan dapat dengan mudah memaafkan kesalahan kita.

tapi ingatlah sebuah kisah penuh hikmat tentang “paku dan dinding”. disana diceritakan ada seorang pemuda yang sering marah-marah dan tidak sabar pada apapun kesalahan meskipun kesalahan tersebut dalam jumlah yang saaaangat kecil.

Pada suatu hari, si ayah pemuda itu, menghadiahinya paku dan palu. dan meminta si pemuda untuk memalu satu buah paku ke dinding setiap kali ia marah pada hari tersebut, dan mencabutnya kembali setelah ia tidak melakukan marah pada hari yang lain. setelah beberapa waktu, si pemuda menunjukan pada ayahnya, bahwa ia telah berhasil tidak marah selama beberapa waktu sehingga semua paku telah tercabut dari dinding.

si ayah kemudian menunjuk ke dinding bekas paku tersebut pada sipemuda seraya berkata, dinding yang telah dipaku, tidak akan kembali seperti semula, meskipun paku telah dicabut, dinding tersebut masih berlubang, yang menandakan bahwa dinding tersebut pernah dipaku.

hikmah yang dapat diambil adalah, meskipun kita telah hilang marahnya dan telah meminta maaf, namun tetap saja bekas sakit hati orang yang kita marahi akan tersimpan dihatinya yang terdalam, meskipun sebenarnya ia telah memaafkan perbuatan kita.

allahu’alam bishawaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s